Showing posts with label cerpen. Show all posts
Showing posts with label cerpen. Show all posts

Saturday, May 11

Kopi, Pagi, dan Matahari


"Kamu kenapaaa?" Laki-laki itu hanya diam, dia menunduk lesu, "kamu kenapa kok?" Hening, tidak ada jawaban. "Gio kenapa?" Dia mengangkat kepalanya, melihat gadis yang dari tadi mencemaskannya.
"Aku ada kelas, Di" sambil melempar senyum, tapi bukan senyum biasa, ada seciprat kesedihan yang berusaha dia sampaikan.
"Aku tau, dan itu ngga menjawab pertanyaanku, kamu kenapa kok? Ojok ruwet!" Radita semakin cemas, ia tahu Gio yang dikenalnya, senyuman itu, dan tingkah lakunya sekarang : ada masalah berat yang sedang ia coba tanggung sendiri.
Gio tidak menghiraukannya, lalu pergi begitu saja, tanpa kata, tanpa lambaian tangan yang kekanak'an, tanpa usapan rambut, tapi hanya senyum --- dan kesedihan dibaliknya.